Parau Coffee

The Parau Story

Sore itu, di Parau, seorang pria duduk sendirian sambil sesekali melihat jam.

Baristanya bertanya, “Nunggu seseorang, Mas?”

“Iya. Mantan.”

Barista itu mengangguk, pura-pura tidak tertarik. Lima menit kemudian, seorang perempuan datang dan duduk di hadapannya.

Mereka bicara cukup lama. Tidak ada yang meninggikan suara. Justru itu yang membuat suasananya terasa tidak nyaman.

Sebelum pergi, si perempuan berkata, “Aku harap kamu bahagia, ya.”

Pria itu mengangguk.

Setelah perempuan itu pergi, barista menghampiri mejanya.

“Balikan, Mas?”

“Enggak. Dia datang buat minta maaf.”

“Oh, bagus dong.”

Pria itu mengaduk kopinya yang sudah dingin.

“Dia minta maaf karena dulu ninggalin aku demi sahabatku.”

Barista terdiam sebentar. “Terus sekarang?”

“Sekarang mereka mau nikah.”

“Lah, terus dia minta maaf buat apa?”

Pria itu akhirnya tersenyum kecil.

“Karena dia baru tahu sahabatku selingkuh.”

Barista mengangguk pelan, lalu melirik ke meja kosong di seberang.

“Berarti Mas menang?”

“Enggak juga.”

“Kenapa?”

“Karena sahabatku itu masih utang uang ke aku.”

Updated 9 October 2026Read by 11 people

Want to contribute a story? Message the Parau admin.

Tiers

The more often you come, the more you get

  • Tamu

    You arrive as a guest. Welcome to Parau.

  • Kawan

    A true friend of Parau. Faster points, bigger birthday bonus.

  • Pelaut

    A flavour explorer. One free item every month.

  • Nahkoda

    Captain of the boat. Priority service and an exclusive menu.